Scifun merupakan program pemberian pelayanan pendidikan dan pemenuhan kebutuhan dasar kepada anak-anak marginal serta kurang terlayani yang tinggal di slum area, meliputi lapak pemulung, area pemukiman kumuh dan kolong jembatan melalui pergerakan kepemudaan. Bentuk kegiatan kami adalah membawa pengajaran sains eksperimen yang seru dan les gratis membaca, menulis dan menghitung yang seru kepada anak-anak disana.
Pada awal mulanya saya berpikir untuk mencoba mengajar sains aja ke anak-anak, karena saya sering sekali melihat anak-anak yang putus sekolah di Indonesia dan mereka itu tidak ada kegiatan selain membantu orangtuanya. Pertama kali melihat anak-anak putus sekolah saat saya mengikuti volunteer pertama kali di daerah kumuh pada acara community servicenya teman saya . Awal mula kegiatan dari ide saya sendiri adalah di Panti Agape, Cilincing, Jakarta Utara. Saya mengajarkan tentang volcano experiment dan bagaimana reaksi itu bisa terjadi. Setelah itu, saya berpikir daripada hanya mengajarkan sains yang sudah banyak organisasi lakukan, saya coba membuat variasi dengan membuat eksperimen dan kegiatan DIY sekaligus melatih motorik anak-anak disana.
SciFun lahir dari kepedulian terhadap anak-anak di Jakarta yang belum memiliki kesempatan untuk mengakses pendidikan yang layak, khususnya dalam bidang sains. Di sekolah, sains seringkali hanya diajarkan sebatas teori tanpa kesempatan untuk bereksperimen secara nyata, padahal rasa ingin tahu adalah hal alami yang dimiliki setiap anak. Karena itu, SciFun ingin menciptakan ruang belajar alternatif melalui games dan eksperimen sederhana, di mana anak-anak didorong untuk bertanya, mengeksplorasi, dan menyalurkan rasa ingin tahu mereka. Dengan cara ini, perspektif anak-anak terhadap “belajar” dapat berubah dan mereka dapat merasakan serunya STEM, berani bermimpi, dan melihat ilmu pengetahuan sebagai jembatan menuju masa depan yang lebih cerah.
Pada awal mulanya saya berpikir untuk mencoba mengajar sains aja ke anak-anak, karena saya sering sekali melihat anak-anak yang putus sekolah di Indonesia dan mereka itu tidak ada kegiatan selain membantu orangtuanya. Pertama kali melihat anak-anak putus sekolah saat saya mengikuti volunteer pertama kali di daerah kumuh pada acara community servicenya teman saya . Awal mula kegiatan dari ide saya sendiri adalah di Panti Agape, Cilincing, Jakarta Utara. Saya mengajarkan tentang volcano experiment dan bagaimana reaksi itu bisa terjadi. Setelah itu, saya berpikir daripada hanya mengajarkan sains yang sudah banyak organisasi lakukan, saya coba membuat variasi dengan membuat eksperimen dan kegiatan DIY sekaligus melatih motorik anak-anak disana
SciFun lahir dari kepedulian terhadap anak-anak di Jakarta yang belum memiliki kesempatan untuk mengakses pendidikan yang layak, khususnya dalam bidang sains. Di sekolah, sains seringkali hanya diajarkan sebatas teori tanpa kesempatan untuk bereksperimen secara nyata, padahal rasa ingin tahu adalah hal alami yang dimiliki setiap anak. Karena itu, SciFun ingin menciptakan ruang belajar alternatif melalui games dan eksperimen sederhana, di mana anak-anak didorong untuk bertanya, mengeksplorasi, dan menyalurkan rasa ingin tahu mereka. Dengan cara ini, perspektif anak-anak terhadap “belajar” dapat berubah dan mereka dapat merasakan serunya STEM, berani bermimpi, dan melihat ilmu pengetahuan sebagai jembatan menuju masa depan yang lebih cerah.